Senin, 24 Juni 2019

TEORI TINDAKAN KOMUNIKATIF Rasio dan Rasionalisasi Masyarakat

Penulis: Jurgen Habermas
Tebal: lii + 512
Ukuran Buku: 155 x 240
Harga: Rp 90.000





Modernitas perlu dikritik, karena membuat dunia-kehidupan terjajah. Kebebasan dan keadilan, kebahagiaan dan realisasi-diri yang dicita-citakan semakin menjauh, sementara manusia makin takluk oleh kuasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Anomi, alienasi, rancunya identitas dan rapuhnya eksistensi adalah bukti yang tak bisa dipungkiri. Parahnya lagi, tempat menggantungkan harapan nyaris tidak ada, sebab sumber daya kultural, sosial dan politik dalam keadaan mandeg disumbat oleh daulat birokrasi dan moneterisasi.
Dunia-kehidupan yang dirasionalisasi jadi lahan berkembangnya aturan-aturan yang lebih biadab dibandingkan kolonialisme politik. Ketika dunia-kehidupan dikelola oleh rasionalitas instrumental (instrumental rationality) dan diperantarai oleh sarana rasional-bertujuan (purposive-rational means) , reproduksi simbolis jadi mandul, intergrasi sosial dibikin luluh lantak oleh sistem. Saat pegangan hidup yang lebih hakiki lapuk tak berguna, segalanya terarah pada tujuan instrumental.
Mereka yang peka kemudian mengajukan tanya: Bagaimana upaya dekolonialisasi dunia-kehidupan yang terjajah oleh hal-hal di atas bisa dilakukan? Bagaimana membebaskannya dari "kerangkeng besi" modernitas? Bagaimana manusia penghuninya  bisa hidup dalam "terang" seperti yang dibayangkan Pencerahan?
Dengan caranya sendiri, Habermas berupaya menjawab pertanyaan ini secara teoretis. Langkah yang dia tempuh, pertama dan utama sekali, adalah mengenali apakah sesungguhnya ratio itu, bagaimana ragamnya, kemudian menyelidiki bagaimana proses rasionalisasinya masyarakat terjadi. Terakhir, dia mencoba menunjukkan rasio seperti apa yang bakal tidak menjadikan masyarakat sebagai koloni. Sebuah rasionalitas yang akan bekerja bagai seorang pengayom. 
Tak lain dan tak bukan, rasio komukatif-lah yang dia tunjukkan.


Selasa, 15 Januari 2019

PERADABAN BARAT Dari Revolusi Prancis Hingga Zaman Global


PERADABAN BARAT Dari Revolusi Prancis Hingga Zaman Global
Penulis: Marvin Perry
Tebal: XVIII + 458
Ukuran Buku: 15.5 x 24 cm
Harga: Rp 98.000



Bab satu buku tersebut mengungkapkan Era Revolusi Perancis. Dalam uraiannya bab ini mengulas Rezim Lama, kiprah sampai kejatuhan serta makna revolusi Perancis. Selanjutnya Bab 2 bicara tentang revolusi industri yang merupakan suatu bentuk transformasi masyarakat. Bab 3 bicara tentang pemikiran dan kebudayaan pada Awal abad kesembilan belas. Dalam uraiannya bab tersebut mengulas tentang romantisisme, idealisme jerman, konservatisme, liberalisme, serta nasionalisme. Bab 4 bicara tentang gelora nasionalisme dalam bentuk revolusi, kontrarevolusi, dan penyatuan. Bab 5 bicara tentang pemikiran dan kebudayaan pada pertengahan abad kesembilan belas, yang didominasi oleh realisme dan kritik sosial. Bab 6 bicara tentang eropa pada abad kesembilan belas akhir, dengan modernisasi, nasionalisme, imperialismenya yang mengemuka. Dalam uraiannya, antara lain mengulas munculnya Partai-partai Sosialis, munculnya nasionalisme rasial, munculnya imperilisme baru, dominasi Eropa Atas Asia, perebutan untuk Afrika, serta Warisan Imperialisme.                      
Selanjutnya Bab 7 bicara tentang kesadaran modern, yaitu berupa pandangan-pandangan baru atas alam, hakikat manusia, dan seni. Bab 8 bicara tentang Perang Dunia I yang mengekspresikan suatu kondisi peradaban Barat yang sedang putus asa. Selanjutnya Bab 9 buku ini membahas tentang Uni Soviet, antara modernisasi dan totalitarianisme. Bab 10 bicara tentang Era Fasisme yang merupakan serangan terhadap nalar dan kebebasan. Bab 11 buku ini membahas tentang Perang Dunia II dan selanjutnya buku ini ditutup pada bab 12 yang bicara munculnya zaman global.

Kamis, 01 November 2018

POSMODERNISME DAN BUDAYA POP (Cetak Ulang)

POSMODERNISME DAN BUDAYA POP
Penulis .            : Angela Mc Robbie
Penerjemah.     : Nurhadi
Ukuran buku. : 14.5 x 21
Tebal buku      :  X + 402
Harga.              : 75.000





Ada banyak kajian tentang budaya pop dan posmodernisme yang termuat dalam buku ini. Kajian tersebut mengungkap berbagai ragam isu menarik bagi para akademis dan orang-orang yang tertarik pada segala wacana posmodernisme dan budaya pop. Buku yang banyak membahas posmodernisme feminis ini secara lengkap terdiri dari tiga bagian.

Pada Bagian Pertama berbicara tentang Posmodernitas dan Cultural Studies (Posmodernitas dan Budaya Populer; Masa-Masa Baru dalam Cultural Studies; dan Feminisme, Posmodernisme dan "Aku yang Sejati"). Pada bagian kedua berbicara tentang Tokoh-tokoh Utama dalamTeori Budaya (Gaya Modernitas Susan Sontag; Passagenswerk dan Kedudukan Walter Benjamin dalam Cultural Studies; Strategi Waspada: Wawancara dengan Gayatri Cakravorty-Spivak). Sedang pada bagian Ketiga berbicara tentang pemuda, media, postmodernitas (Pakaian Bekas dan Peran Pasar Loak; Tutup Mulutmu dan Menarilah: Pemuda dan Perubahan Moda Feminitas; Subjektivitas Muda yang Lain: Menuju ke Sosiologi Budaya Pemuda; dan Kepanikan Moral di Era Media Massa Postmodern)